Home DESTINATIONS Tibet : Destinasi Wisata Spiritual Nan Fotogenik

Tibet : Destinasi Wisata Spiritual Nan Fotogenik

608
0

Jika anda adalah pencari-adrenalin sekaligus suaka ketenangan, Tibet adalah salah satu tempat melancong yang harus ada dalam daftar wajib (bucket-list) liburan anda. Negara mungil yang merupakan bagian dari Republik Rakyat China ini menawarkan keindahan kuil kuno, gunung tertinggi di dunia, dan juga keramahan para penduduknya yang sudah diakui dunia (selain Indonesia, tentunya).

Tidak berlebihan jika Tibet dijuluki ‘Atap Dunia’, karena di negara inilah bersemayam sejumlah pegunungan tertinggi sejagat raya. Selama perjalanan, anda akan disuguhi beragam pemandangan puncak-puncak gunung berselubung salju di kejauhan yang menjulang menyentuh awan. Elemen geografis ini masih diperindah lagi oleh hamparan padang hijau luas dengan kumpulan¬†yak (hewan sejenis banteng khas Tibet) dan tenda-tenda pemukim nomaden yang berwarna cerah. Di kiri dan kanan jalan setapak, terutama di dataran tingginya, terdapat kuil-kuil megah dengan bendera doa yang berkibar tertiup angin. Dengan semua aspek tersebut, maka wajar rasanya jika Tibet disebut sebagai salah satu tempat wisata paling fotogenik di dunia.

Salah satu bangunan historis yang patut kamu sambangi di Tibet adalah Potala Palace di kota Lhasa. Istana megah ini dahulu merupakan tempat tinggal para Dalai Lama terpilih hingga tahun 1959, namun kini hanya difungsikan sebagai museum dan termasuk dalam Situs Warisan Dunia versi UNESCO.

Bukan hanya ‘atap dunia’, rupanya Tibet pun memiliki ‘pusat dunia’, yakni Gunung Kailash. Tempat ini dianggap suci oleh penganut agama Hindu, Budha dan Jain. Terdapat jalur napak tilas spiritual mengitari gunung ini yang cukup ternama dan sering dikunjungi oleh wisatawan. Konon, jika anda bisa menyelesaikan putaran jalur tersebut, maka dosa-dosa anda akan dihapuskan. Namun perlu diketahui bahwa untuk mengelilingi gunung secara penuh memerlukan waktu yang sangat panjang. Untuk jalur khusus wisatawan biasanya bisa ditempuh dalam waktu tiga hari, namun para biksu biasanya membutuhkan waktu hingga berbulan-bulan untuk ‘menaklukkan’ jalur spiritual gunung Kailash.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here