Home DESTINATIONS Ranu Kumbolo, Permata Dari Gunung Semeru

Ranu Kumbolo, Permata Dari Gunung Semeru

63
0
Ranu Kumolo

Travelzola – Ranu Kumbolo merupakan sebuah danau air tawar yang sering menjadi tempat transit bagi para pendaki Gunung Semeru. Danau ini berada di ketinggian 2.400 meter di atas permukaan laut.

Danau Ranu Kumbolo adalah sumber air bersih bagi para pendaki gunung semeru. Ranu kumbolo memiliki debit air yang berlimpah, danau ini juga menjadi tempat berkumpulnya para pendaki untuk berkemah. Ranu Kumbolo letaknya berada di kawasan Taman Nasional Bromo.

Bagi kamu yang berada di luar Jawa Timur, kamu dapat menggunakan jalur udara menuju Malang melalui bandar udara Abdurrahman Saleh.

Tetapi jika kamu lebih menyukai perjalanan yang santai, kamu juga dapat menggunakan kereta api menuju stasiun kota baru. Setelah tiba di kota Malang, kamu dapat mencari angkutan umum dengan jurusan desa Tumpang kemudian kamu berhenti di Terminal Tumpang.

Untuk perjalanan selanjutnya, dapat kamu tempuh menggunakan mobil jeep yang sudah disewakan oleh penduduk sekitar menuju Ranu Pani.

Ranu Kumbolo (Source : Google)

Sebenarnya, perjalanan untuk menuju Ranu Kumbolo bukan sebuah perjalanan yang mudah untuk kamu tempuh, bahkan dapat dikatakan ini perjalanan yang berat karena membutuhkan kekuatan fisik yang bagus dan perbekalan yang cukup.

Disarankan bagi kamu yang ingin berwisata ke danau ini, paling tidak selama satu minggu sebelum keberangkatan sebaiknya jika kamu latihan fisik terlebih dahulu. Latihan fisik ini dapat berupa jogging, gym, lari, dan olahraga lain yang dapat meningkatkan daya tahan dan kekuatan tubuh kamu untuk melakukan pendakian.

Selain fisik, siapkan foto kopi KTP kamu sebanyak tiga lembar, surat keterangan sehat dari dokter, dan materai. Di Ranu Pani nanti sebelum mendaki, kamu akan diminta melakukan registrasi dengan menunjukkan dua surat ini.

Hal tersebut dilakukan bertujuan untuk menjaga keamanan dan sebagai tindakan penyelamatan dapat terjadi sesuatu yang buruk pada kamu saat dalam perjalanan. Hal terakhir yang wajib kamu siapkan sebelum melakukan perjalanan yaitu peralatan mendaki seperti jaket (usahakan jaket tebal yang tahan air), kaos kaki, sarung tangan, penutup kepala, penutup telinga, masker, sleeping bag, tenda, makanan, dan air minum. Hal yang lebih penting yaitu membawa persediaan air yang lebih cukup.

Selain itu ada beberapa peraturan yang harus anda ikuti selama berada di Ranu Kombolo

Ranu Kumbolo (Source : Google)
  1. Tidak boleh sembarangan mendirikan tenda

Karena Ranu Kumbolo memang tempat favorit banyak pendaki, jadi sudah sewajarnya jika tempat ini cukup ramai, sehingga anda tidak boleh sembarangan mendirikan tenda di sini. hanya ada dua lokasi yang bisa digunakan sebagai tempat bermalam yaitu di savana dekat pos empat turun ke bawah, dan dekat shelter di balik bukit Ranu Kumbolo.

Selain dari dua tempat itu, anda dilarang mendirikan tenda, karena tanah di sekitar Ranu Kumbolo merupakan tempat sakral oleh penduduk sekitar.

  1. Batas mendirikan tenda

Anda dilarang mendirikan tenda di tepi danau, untuk mencegah tercemarnya danau indah ini. Jarak minimal yang diperbolehkan adalah 15 meter dari tepi danau. Dan lagi , para pendaki dilarang memberi makan ikan maupun membuang sampah sembarangan ke danau. Anda bisa diusir dari Ranu Kumbolo jika melanggar aturan ini.

  1. Tidak boleh berenang di danau

Anda jelas dilarang untuk berenang maupun bermain air di tepi danau. Hal ini dilakukan untuk menjaga kejernihan dan keindahan danau. Selain alasan kelestarian, suhu danau yang tidak menentu ditambah dengan kedalaman danau yang mencapai 28 meter dapat berakibat fatal jika anda tetap nekat berenang di Ranu Kumbolo.

  1. Tidak boleh menyalakan api unggun

Berada di ketinggian dengan hutan di sekelilingnya, membuat suhu di gunung jadi sangat dingin ketika malam. Mengatasi hal ini, para pendaki biasanya membuat api unggun untuk keperluan memasak atau menghangatkan diri.

Namun hal ini tidak berlaku di Ranu Kumbolo. Hal ini disebabkan karena pepohonan di sekitar Ranu Kumbolo yang semakin menipis, pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru melarang pendaki untuk membuat api unggun menggunakan kayu atau batang dari pohon yang berasal dari sekitar danau.

Namun tenang saja, anda tentu tidak akan kedinginan, karena sebagai gantinya pihak TNTS akan membuatkan satu api unggun yang bisa digunakan bersama. Selain menghemat kayu, tujuan membuat api unggun ini juga untuk mempererat hubungan antar pendaki agar semakin dekat satu sama lain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here